nyarinama

Majalengka (Tidak) Digoyang



Sebagai warga perantauan, kita sering ditanya mengenai darimana kita berasal. Dengan jelas saya menjawab “asal saya dari Majalengka..”. kemudian kebanyakan respon menjawab “dimana Majalengka itu..?” lalu kita pun menjelaskan beberapa hal, dari mulai bilang bahwa Majalengka dekat dengan Cirebon, genteng Jatiwangi, kota setelah Sumedang, sampai menyebutkan Gunung Ciremai. Semua patokan-patokan umum yang diketahui orang awam kita sebutkan. Pada akhirnya mereka meledek dengan bilang “Oh, Majalengka Digoyang..!”. lalu saya mengangguk untuk mengakhiri pembicaraan.

Sekelumit kisah tersebut menjadi gambaran jelas mengenai stereotipe umum tentang Majalengka. Sebuah penggambaran yang spontan ketika kita mendengar suatu hal. Sama halnya ketika Sumedang lekat dengan Tahu-nya, Medan dengan watak kerasnya dan Padang dengan kuliner Rendangnya. Lalu, apakah itu akan terus berlangsung demikian?

Tentu semua orang mempunyai mimpi untuk tempat tinggalnya. Begitupun harapan saya pada Kota Majalengka tempat saya lahir dan bertumbuh. Mengharumkan nama Majalengka menjadi hal wajib ketika di perantauan. Sering kita berharap perubahan signifikan yang akan membuat Majalengka lebih dikenal orang. Dengan demikian, kita akan bangga mengenalkannya pada semua orang. Tapi apa daya, tak cukup modal untuk kita pamerkan pada publik. Keadaan yang tidak ideal itulah yang mendorong orang untuk bermimpi dan berlomba memberikan sumbangsih demi kemajuan Majalengka. Menurut saya, Majalengka perlu dibangun pada dua hal. Pertama adalah ekonomi dan kedua adalah Sumber Daya Manusia.

Kemajuan ekonomi adalah tolok ukur kesejahteraan masyarakat. dengan ekonomi yang bertumbuh, maka masyarakat akan dapat memenuhi kebutuhannya. Aspek ekonomi ini diantaranya adalah : infrastruktur, sarana-prasarana, iklim bisnis dan tingkat pendapatan. Beberapa aspek inilah yang kiranya bakal mendorong perekonomian Majalengka jadi lebih maju. Dengan segera rampungnya Bandara Internasional Jawa Barat (2017), orang akan berdatangan dengan segala keperluannya. Menetap dan membangun bisnis yang akan menjadi akselerator pembangunan wilayah. Dengan demikian, akses dari dan menuju Majalengka akan semakin mudah. Akses yang mudah bakal menghangatkan iklim bisnis dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat.

Disamping itu semua, tak lengkap rasanya jika Sumber Daya Manusia Majalengka tidak dibangun menjadi lebih profesional. Kita bisa lihat bahwa UMR Majalengka saja hanya 1,3 juta yang merupakan angka terendah se Jawa Barat. Itu berarti pekerja kita belum cukup mahal untuk digaji. Berbanding lurus dengan standar hidup yang masih rendah. Maka aspek pembangunan SDM seperti pendidikan, kesehatan, sosial budaya serta pekerjaan pun harus segera dibangun. Dengan majunya pendidikan, akan melahirkan tenaga ahli dan pekerja yang profesional. Ditunjang oleh terjaganya kesehatan dan terjaganya nilai sosial budaya di Masyarakat, akan meningkatkan kesempatan kerja yang lebih baik. Potensi kearah pembangunan SDM telah menunjukkan titik cerah dengan banyaknya inovator di berbagai bidang. Salahsatu yang penting adalah keberadaan pemuda yang dapat menginspirasi dan menggerakkan orang untuk dapat bergerak. Ada kelompok seni Jatiwangi Art Factory yang dikenal dalam dan luar negeri. Ada komunitas Ngetrip Majalengka yang berhasil membawa MTMA meliput keindahan alam Majalengka, Ajip Rosidi yang telah lama menjadi cendekiawan Majalengka, ada pengusaha-pengusaha muda yang mandiri serta banyak sarana lain untuk mengekspresikan keinginanmu.

Kombinasi antara pembangunan ekonomi dan pembangunan SDM itulah yang akan menjadi gabungan yang cocok untuk menghapus stereotipe Majalengka digoyang. Dengan perekonomian yang tumbuh, masyarakat sejahtera dan dapat mengusahakan kehidupannya jadi lebih baik. Begitu pula pertumbuhan ekonomi itu perlu dkontrol oleh SDM yang berkualitas dan profesional. Dengan keduanya, Majalengka bisa jadi apapun yang diinginkan dalam 5 tahun mendatang. Jadi, Majalengka (tidak) digoyang..!
#MajalengkaDream


Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
 

Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.


削除
Majalengka (Tidak) Digoyang
    Komentar(0)